Cara Mendidik Anak Agar Menjadi Sholeh dan Sholehah


Cara Mendidik Anak Agar Menjadi Sholeh dan Sholehah
Assalamualaikum wr. wb

Anak adalah anugerah terindah bagi kedua orang tua, kelak ialah yang akan mendoakan kedua ornag tuanya ketika telah tiada yang merupakan amalan yang tidak terputus. Anaklah titipan ilahi yang harus dijaga agar menjadi anak yang sholeh dan sholehah yang berguna bagi nusa, bangsa dan agamanya. Lantas bagaimana cara kita mencetak generasi yang sholeh dan sholehah yang sesuai dengan tuntutan baginda kita nabi Muhammad SAW ???? semua kembali lagi kepada kedua orang tua, bagaiamana ia mendidiknya karena buah jatuh tidak jauh dari pohonnya.

Pastilah semua orang tua menginginkan putra-putrinya menjadi anak yang sholeh dan sholehah agar bisa membanggakan orang tuanya. Peran orang tua dalam mendidik anak agar berkarakter ilsami sangatlah besar. Kita selaku orang tua haruslah menjadi contoh, panutan dan teladan bagi anak-anak kita. Bagaimana cara kita selaku orang tua untuk mendidik anak agar berguna bagi nusa, bangsa dan agama ???? berikut ini akan saya uraikan beberapa cara mendidik anak menurut ajaran islam :


1. Mengenalkan anak tentang akidah dan ketauhidan sejak usia dini

Ini adalah suatu hal yang sangat penting menurut saya. Mungkin dengan mengenalkan Allah pada usia dini, anak - anak belum tahu siapa itu Allah. Akan tetapi lama-kelamaan hingga mereka dewasa mereka akan menjadi paham bahwa Allah itu adalah tuhan kita semua dan tuhan seluruh alam. Ajarkan pada anak terus menerus bahwa semua yang ada adalah milik Allah yang Esa sehingga kita wajib taat dan beribadah hanya kepada-Nya. La Haula Wala Quata Illa Billah. Tidak ada daya dan upaya melainkan milik Allah.


2. Ajak anak untuk ikut sholat bersama di Mesjid
Ajaklah anak untuk mengikuti keseharian kita seperti berwudhu, sholat di mesjid. Dengan begitu lama-kelamaan anak akan terbiasa dengan hal tersebut dan mereka akan mengetahui bahwa ini adalah suatu kewajiban yang tidak bisa ditinggalkan seperti layaknya makan dan minum yang sudah menjadi suatu kebutuhan.

3. Biasakan anak untuk selalu membawa perlengkapan sholat

Jika kita akan melakukan suatu bepergian, jangan hanya sibuk untuk membawa makanan atau pakaian saja. Akan tetapi ingatkan juga kepada anak untuk membawa mukenah untuk anak perempuan atau kopiyah untuk anak laki-laki serta sajadah kecil untuk perlengkapan sholat sehingga mereka akan terbiasa sampai dewasa.

4. Ajarkan nilai-nilai Islam secara rutin

Semua keluarga muslim wajib memberikan ajaran-ajaran Islam kepada setiap anaknya, bukan hanya seorang ulama atau kyai saja yang memberikan tausiah. Kepala rumah tangga adalah imam dalam keluarganya yang kelak akan dimintai pertanggungjawabannya di akhirat. Mengajarkan nilai-nilai islam kepada anak tidak hanya sesekali saja tetapi ajarkanlah secara rutin dan terus menerus.

5. Berikan anak lingkungan yang agamis

Dengan kemajuan teknologi zaman sekarang banyak anak-anak yang terjebak kedalam lingkungan dan pergaulan yang menyimpang dari agama Islam. Kewajiban orang tua untuk menjaga amanah Allah berupa anak yang dititipkan kepadanya. Ajaklah anak untuk mengikuti sebuah pengajian atau masukkan ia ke dalam TPA atau sebuah pesantren agar ia mendapatkan lingkungan yang memiliki nilai moral-moral Islam.

6. Perkenalkan batasan-batasan aurat anak

Perkenalkan batasan aurat anak sejak usia dini agar ia mengetahui bahwa pakaian yang dipakai diatas lutut itu dilarang dalam Islam dan menutup rambut adalah kewajiban bagi seorang wanita muslimah. Dengan begitu ketika ia sudah menginjak usia baligh ia sudah mengerti untuk menutup auratnya dengan baik.

7. Jangan biarkan anak sembarangan menonton acara televisi

Seperti kita ketahui acara-acara televisi sekarang ini banyak yang tidak mengandung nilai-nilai islami. Suguhkanlah acara-acara yang bernilai islami kepada anak. Jika terdengar suara azan maka segera matikanlah televisi dan ajaklah mereka untuk sholat berjamaah di mesjid.

8. Jadilah sahabat yang baik untuk anak
Mendidik anak secara keras tidak diajarkan dalam islam, didiklah anak dengan penuh kelembutan. Jadilah sahabat yang baik yang saling terbuka satu sama lain sehingga ia tidak menjauh dari kita orangtuanya ketika ia mendapat masalah. Peluk dan rangkul ia ketika masalah menghadapinya sehingga ia dapat merasakan bahwa orangtuanya sangat sayang dan peduli kepadanya.

9. Berikan keteladanan pada anak

Jangan hanya menyuruh anak untuk sholat tetapi kita orang tua sibuk main gadget. Menyuruh anak untuk pergi mengaji sedangkan ibunya pergi ngerumpi tempat tetangga sebelah. Bagaimana anak mau menurut, yang ada anak justru membangkang. Jadilah kita sebagai contoh dan teladan yang baik kepada anak. Kita tegakkan sholat sambil mengajak anak tentunya untuk ikut sholat barulah dikatakan cara yang benar.

10. Ciptakan suasana rumah yang nyaman dan keluarga yang harmonis

Jika kita orang tua sedang ada masalah dengan suami atau istri janganlah sesekali diperlihatkan didepan anak-anak, hal ini akan mempengaruhi psikologi anak. Ciptakan suasana nyaman dirumah sehingga anak-anak merasa betah tinggal didalamnya. Karena perlakuan orang tua akan dicontoh oleh anak.

11. Hindari kekerasan pada anak

Dalam mendidik anak kita memang harus tegas tetapi bukan berarti secara keras. Jangan sesekali menggunakan tangan jika mereka melakukan suatu kesalahan. Menurut saya cukup dengan kata-kata yang lembut yang akan membuat anak mengerti akan kesalahannya. Sekali lagi saya katakan tolong hindari kekerasan terhadap anak.

12. Menanamkan Akhlakul Karimah sejak usia dini

Tanamkan pada anak-anak adab-adab yang diajarkan dalam Islam, seperti berbicara yang sopan, jujur, hormat kepada orang tua dan guru. Dengan kebiasaan yang diajarkan sejak dini Insya Allah akan berpengaruh sampai ia dewasa kelak.

13. Ajari anak untuk berhemat

Ajari anak untuk berhemat yang akan berguna untuk masa depannya kelak. Pergunakan uang untuk kebutuhan seperlunya dan selebihnya bisa ia tabungkan.

14. Membatasi pergaulan anak

Dalam islam ada batasan-batasan dalam pergaulan terutama batasan bagi laki-laki dan perempuan yang harus dijaga. Jika sejak kecil anak dibiasakan menjaga jarak dan batasan pada lawan jenisnya Insya Allah kelak dewasa ia akan mampu menjaga diri dari pergaulan-pergaulan bebas karena ia sudah memiliki pondasi agama yang kuat.

15. Mendampingi segala aktifitas anak

Ketika anak masih kecil, dampingi ia untuk beraktifitas, jangan dibebaskan ia diluar sana karena ia belum tahu mana yang baik dan mana yang tidak baik. Sangat penting sekali untuk mengawasi anak sejak usia dini dalam segala aktivitasnya.

Kiranya segini aja yang bisa saya tuliskan kepada sobat semua, semoga ini bermanfaat untuk kita semua dalam mendidik anak agar menjadi anak yang sholeh dan sholehah. Karena kita sebagai orang tua wajib mengarahkan anak pada ajaran-ajaran yang telah ditetapkan dalam Islam. Wassalamualaikum wr. wb.

Sumber referensi : www.catatanmuslimah.com

Cara Ta'arufan Dalam Islam


taaruf

Assalamualaikum wr. wb

Pada zaman sekarang berbicara mengenai pacaran sudah hal biasa dikalangan para remaja, namun sama-sama kita ketahui pacaran zaman sekarang sangat jauh dan melanggar dengan syariat Islam. Lantas apakah yang harus kita lakukan untuk menjalani suatu hubungan dengan seseorang ????? Islam memberikan jawabannya bagi kita yang ingin terhindar dari perbuatan-perbuatan yang dilarang agama Islam yaitu Ta'aruf.

Kata-kata ta'aruf sepertinya sudah tidak asing lagi ditelinga. Bukan saja orang yang mengerti agama saja tetapi orang awam pun menempuh jalur Ta'aruf untuk menjalin hubungan hingga ke jenjang pernikahan. Menurut mereka dengan Ta'aruf akan lebih meminilisir tingkat perceraian. 

Ta'aruf itu berbeda dengan pacaran, kalau pacaran sebelum menikah itu menunjukkan hal-hal yang manis maka Ta'aruf ialah menggali data-data atau kebiasaan yang kurang baik dari masing-masing calon yang akan dijadikan pasangan hidup. Jika pacaran biasanya untuk bersenang-senang saja, maka Ta'aruf bukan hal seperti itu, Ta'aruf lebih mengarah untuk mengenal kriteria-kriteria calon pasangan yang nantinya akan kita sunting ke jenjang pernikahan. 


Pengertian Ta'aruf

Secara bahasa Ta'aruf artinya berkenalan. Dalam Islam Ta'aruf berarti perkenalan anatara kedua lawan jenis untuk lebih mengenal satu sama lain yang bertujuan untuk melanjutkan ke jenjang pernikahan. Ta'arufan ini memang diperintahkan oleh Baginda Rasululah SAW. 

Dalam proses Ta'aruf sebaiknya dipandu oleh seorang Ustad/Ustadzah, tetapi boleh juga saudara, keluarga atau orang lain yang sudah faham tentang Ta'aruf dan bisa dipercaya. Disini Ta'aruf tidak hanya melibatkan kedua calon saja, akan tetapi juga melibatkan orang lain dan orang tua perempuan sebagai mediator. Dalam Ta'aruf kedua calon pasangan saling bersilaturahmi untuk saling mengenal satu sama lain dan melakukan perbincangan yang realistik tentang persiapan kehidupan setelah menikah nanti. 


Tata Cara Ta'aruf dalam Islam

1. Ta'aruf menggunakan CV/Biodata

Langkah pertama dalam Ta'aruf ialah saling bertukar biodata antara masing calon pasangan. Dalam biodata tersebut terdapat informasi sejelas-jelasnya tentang masing-masing individu. Yang diharapkan dengan membaca biodata tersebut, masing-masing seakan - akan sudah mengenal calon pasangan sejak lama. Jika ternyata dengan biodata tersebut salah satu calon tidak sesuai dengan kriteria yang diinginkan maka proses Ta'aruf bisa dihentikan sampai disini saja. 

Dalam biodata tersebut setidaknya meliputi beberapa informasi yang penting seperti riwayat sekolah, riwayat sakit, gaji, data orang tua, kriteria yang diinginkan, kriteria dari calon mertua, visi misi kedepan, dan cita-cita yang mau dicapai setelah menikah kelak. 

Biodata biasanya diberikan oleh pihak perempuan terlebih untuk diserahkan kepada pihak laki-laki. Jika kriteria dan informasi lainnya cocok bagi pihak laki-laki, maka pihak laki-laki menyerahkan biodatanya juga ke pihak perempuan melalui seorang mediator. Jika pihak perempuan sudah merasa cocok dengan biodata tersebut, maka proses Ta'aruf akan dilanjutkan ke tahap berikutnya. 

Namun biodata bisa juga diberikan secara bersamaan dan dipelajari secara bersamaan pula yang melibatkan anggota keluarga. Biasanya waktu yang diberikan untuk mempelajari masing-masing biodata sekitar 1 minggu. Sebaiknya mohon petunjuk dari Allah dengan cara sholat Istikharah. 

2. Proses Tatap Muka

Dalam proses ini kedua calon saling bertemu, berkomunikasi dan berdiskusi seputar maslah agama, kehidupan kedepan, hal-hal yang belum diketahui dari masing-masing calon. Dalam proses tatap muka biasanya kedua calon ditemani oleh mediator. Disini mereka akan lebih memahami dan mengenal lebih dalam serta mengetahui fisik masing-masing secara jelas. Sehingga semakin mantap dan jelas apakah dilanjutkan ke jenjang pernikahan atau mundur. 

Lalu bagaimana jika salah satu calon mundur ??? ya tidak apa-apa, karena dalam proses ta'aruf ini kerahasiaanya sangat terjaga. 

3. Ta'aruf ke Keluarga

Dalam proses ini biasanya calon dari laki-laki bersilaturahmi ke pihak perempuan untuk memperkenalkan diri. Calon laki-laki berkomunikasi secara langsung dengan kedua orang tua dan keluarga calon perempuan tentang keinginannya untuk membina rumah tangga. Dari sini pihak keluarga perempuan bisa berkomunikasi langsung dan mengetahui lebih dalam lagi karakter dari calon laki-laki tersebut. Jadi pihak keluarga bisa memberikan penilaian apakah menyetujuinya atau tidak. Sekali lagi tetap mohon petunjuk dari Allah apa yang terbaik bagi kita dengan melaksanakan sholat Istikharah karena Allah lah yang lebih mengetahui yang terbaik buat kita. Jika tahap ketiga ini ada kecenderungan pertimbangan untuk berhenti maka proses Ta'aruf ini bisa diakhiri dengan baik-baik, saling ikhlas dan memaafkan satu sama lain. 

4. Proses Khitbah / Meminang

Jika kedua calon sudah mantap untuk melanjutkan ketahap berikutnya. Maka tahap selanjutnya adalah Khitbah, Khitbah disini berarti meminang yaitu permintaan laki-laki kepada perempuan untuk menikah. Antara kedua keluarga saling bersilaturahmi dan berkomunikasi untuk menentukan tanggal akad nikah dan resepsinya. 

Sebaiknya dalam proses Ta'aruf hendaknya mengkomunikasikan dengan anggota keluarga. Apakah anggota keluarga yang lain setuju dengan calon pasangannya tersebut. Selain itu tak lupa juga saya katakan jangan lupa untuk memohon petunjuk dari Allah dengan sholat Istikharah.

Akhir kata demikian saja yang dapat saya sampaikan, semoga bagi yang masih jomblo dapat menjemput jodohnya dengan cara yang dianjurkan oleh agama Islam. Karena Islam mengajarkan cara yang simple dan mudah yang bisa diterapkan untuk semua kalangan. Wassalamualaikum wr. wb.

Sumber referensi : blognyakeluargasakinah.blogspot.co.id

Cara Mengkafani Jenazah Sesuai Syariat Islam



Assalamualaikum wr. wb

Selamat malam sabtuan ni untuk sobat blogger semua, nggak nyambung ya sob??? seharusnya kan malam mingguan yang diselamatin.... hehehe. Tapi itukan untuk anak muda yang masih gadis dan perjaka, bagi ibu rumah tangga dan bapak rumah tangga malam apapun tetap istimewa. 

Setelah artikel sebelumnya saya membahas tata cara memandikan jenazah, maka untuk malam ini tak lengkap rasanya jika saya tidak melanjutkan pembahasan selanjutnya. Pasti sobat blogger semua sudah pada tahu bahwa setelah kita memandikan jenazah maka tugas kita kaum muslimin selanjutnya ialah mengkafani jenazah tersebut.

Mungkin ada sobat yang belum mengetahui bagaimana cara mengkafani jenazah. Disini saya akan mencoba membahasnya secara terperinci. 
TATA CARA MENGKAFANI JENAZAH

Setelah jenazah selesai dimandikan maka jenazah siap untuk dikafani. Kain yang digunakan untuk mengkafani jenazah bisa digunakan dengan menggunakan kain apa aja yang penting kain tersebut dapat menutupi tubuh jenazah tersebut. Sebaiknya kain untuk mengkafani jenazah berwarna putih dan bersih dari kotoran dan najis. Kain kafan untuk menutupi jenazah minimal satu lapisan kain yang dapat menutupi seluruh tubuh jenazah. Akan tetapi sebaiknya kain kafan berjumlah tiga lapis untuk jenazah laki-laki dan lima lapis untuk jenazah perempuan.

Cara mengkafani jenazah perempuan sebaiknya dengan menggunakan kain sebanyak lima lapisan. Masing-masing lapisan kain digunakan untuk basahan (kain bawah), baju, tutup kepala, kerudung (cadar), dan kain yang menutup seluruh tubuh jenazah. Pertama-tama dipakaikan kain basahan, baju, tutup kepala kemudian kerudung yang selanjutnya jenazah dimasukkan kedalam kain yang menutupi seluruh tubuh jenazah. Hal ini berdasarkan sabda Rasulullah SAW yang artinya : 

"Dari Laila binti Qanif, ia berkata, "Saya salah seorang yang turut memandikan Ummi Kalsum binti Rasulullah SAW ketika ia wafat. Yang pertama-tama diberikan Rasulullah SAW kepada kami ialah kain basahan, kemudian baju, tutup kepala lalu kerudung dan setelah itu dimasukkan kedalam kain yang lain (yang menutupi seluruh badannya)." kata Laila, "sedangkan Nabi berdiri ditengah pintu membawa kafannya, dan memberikannya kepada kami sehelai demi sehelai. (HR. Ahmad dan Abu Daud). 

Sedangkan cara untuk mengkafani jenazah laki-laki ada dua cara. Cara pertama ialah dengan menggunakan kain sebanyak tiga lapisan dengan cara kain dihamparkan selapis demi selapis dan diatas tiap - tiap lapisan tersebut ditaburkan wangi-wangian misalnya saja kapur barus. Selanjutnya jenazah tersebut diletakkan diatas kain dengan tangan diatas dada, tangan kanan berada diatas tangan kiri. 

Cara yang kedua ialah kain kafan diletakkan seperti cara pertama namun jenazah diberi baju dari potongan kain yang telah dibentuk seperti baju. Baju tersebut dapat terdiri dari sarung yang melilit di pinggang sampai kekaki, baju atas dan kopiah. Setelah semua siap maka jenazah dibungkus dengan kain kafan dan ditutup dengan rapat. Mari kita simak hadis Rasulullah SAW dari Aisyah RA yang artinya : 

"Rasulullah SAW dikafani dengan tiga lapis kain putih bersih yang terbuat dari kapas (katun), tanpa memakai gamis dan serban." (HR. Muttafaqun 'Alaih). 

Jumlah lapisan kain jenazah perempuan yang lebih banyak dibandingkan dengan jenazah laki-laki dikarenakan untuk menjaga tubuh jenazah perempuan agar tidak tampak atau terbayang bentuknya.

Setelah kain kafan dipersiapkan, selanjutnya jenazah diletakkan diatasnya lalu taburkan wangi-wangian pada saat mengkafani jenazah. Setelah itu kain kafan ditarik agar rapi dan dapat menutupi seluruh tubuh jenazah kemudian diikat dengan tali kain. Adapun jumlah tali kain untuk jenazah dewasa ialah berjumlah tujuh, untuk bagian atas kepala, leher, dada, pinggang, lutut, mata kaki dan ujung bawah tubuh. Sedangkan untuk jenazah anak-anak atau bayi disesuaikan dengan kebutuhan asalkan berjumlah ganjil. Tali-tali kain tersebut diikatkan disebelah kiri jenazah dengan ikatan simpul hidup yang bertujuan agar mudah membukanya pada saat proses penguburan. 

Jika ada saudara kita muslimin yang meninggal ketika melaksanakan Ihram, maka ia tidak diberi wangi-wangian dan kepalanya tidak ditutup. Sesuai dengan hadist Baginda Rasulullah SAW yang artinya : 

"Mandikanlah ia dengan air dan daun bidara, kafani ia dengan dua kain ihramnya tetapi janganlah kamu beri wangi-wangian dan jangan pula kamu tutup kepalanya karena sesungguhnya Allah akan membangkitkannya di hari kiamat dalam keadaan seperti saat ia berihram."(HR. Bukhari). 

Uang untuk membeli kain kafan dapat diperoleh dari harta yang ditinggalkan si jenazah jika ia meninggalkan sejumlah harta. Namun jika ia tidak meninggalkan harta, maka yang wajib membelikan kain kafan ialah orang yang memiliki kewajiban memberikan belanja kepada si jenazah ketika ia masih hidup. Namun jika ia juga tidak mampu untuk membeli kain kafan maka uangnya diambil dari Baitul Mal. Jika Baitul Mal tidak ada maka kewajiban untuk membeli kain kafan adalah orang-orang muslim yang mampu.

Semoga tulisan saya ini dapat menjadi pelajaran bagi saya khususnya dan juga untuk sobat blogger semua dan dapat diaplikasikan tentunya. Jika ada terdapat kesalahan dalam penulisan artikel ini mohon kiranya sobat memberitahu melalui kotak komentar yang tersedia. Dengan senang hati saya akan menerima masukan dari sobat semua. Akhir kata saya sudahi dengan ucapan Wassalamualaikum wr. wb. 

Sumber Referensi : www.pelajaransekolahonline.com

Cara Memandikan Jenazah Yang Baik dan Benar


Cara Memandikan Jenazah Yang Baik dan Benar


Assalamualaikum wr. wb

Terkadang banyak juga diantara kita yang tidak mengetahui bagaimana cara memandikan jenazah. Maka dari itu saya mencoba menulis artikel mengenai tata cara memandikan jenazah dengan baik dan benar. Memandikan jenazah itu hukumnya fardhu kifayah, disini saya jelaskan bahwa fardhu kifayah ialah suatu kewajiban  bila yang lain telah melaksanakannya maka gugurlah kewajiban bagi yang lainnya.

Panduan Lengkap Tata Cara Sholat Jenazah


Panduan Lengkap Tata Cara Sholat Jenazah

Assalamualaikum wr. wb

Dipagi minggu yang cerah ini saya mau menyapa sobat blogger semua terlebih dahulu, apakabarnya ni sobat???? semoga semua dalam keadaan sehat walafiat dan dalam lindungan Allah SWT. 

Sehabis jalan-jalan bersama anak dan istri di acara Car Free Day di Tanah Lapang Merdeka Binjai, rasa lelah menghampiri tubuh saya. Akan tetapi telah terbalas dengan rasa bahagia bisa bermain bersama anak dan istri karena sudah lama juga tidak kesana. Walau dalam keadaan letih saya ingin menulis untuk sobat semua sebuah artikel mengenai tata cara sholat jenazah sebagai lanjutan dari artikel saya sebelumnya yaitu cara mengkafani jenazah.

PENGERTIAN SHALAT JENAZAH
  
Shalat jenazah ialah shalat yang dikerjakan sebanyak 4 kali takbir yang dilakukan apabila ada seorang Muslim/Muslimah yang meninggal dunia. Karena setiap muslim yang meninggal maka kewajiban muslim yang lainnya memandikan, mengkafani, mensholatkan dan menguburkannya. Hukum dari mensholatkan jenazah ini adalah Fardhu Kifayah yaitu kewajiban bagi semua muslim namun jika sudah dilaksanakan oleh muslim yang satu maka gugurlah kewajiban bagi muslim yang lain.

Tentang pentingnya mensholatkan jenazah ini, Nabi Muhammad SAW bersabda yang artinya :

"Shalatkanlah olehmu orang-orang (Muslim) yang sudah meninggal yang sebelumnya mengucapkan Lailaha Illallah."(HR. Ad - Daruruquthni).

SYARAT-SYARAT SHALAT JENAZAH

Adapun syarat-syarat untuk melaksanakan sholat jenazah yaitu :

a.  Bagi orang yang akan melaksanakan sholat jenazah harus menutup aurat, pakaian dan tempat yang digunakan juga harus suci dari hadas besar dan kecil, serta menghadap ke kiblat.

b.  Syarat yang kedua ialah jenazah harus sudah dimandikan dan dikafani.

c. Letakkan jenazah kesebelah kiblat orang yang akan menyalatinya, terkecuali shalat dilaksanakan diatas kubur atau pun juga sholat ghaib.

TATA CARA PELAKSANAAN SHALAT JENAZAH

A.  Niat untuk melakukan sholat jenazah

1.  Jika si jenazah adalah laki-laki maka lafaz niatnya adalah sebagai berikut :

niat shalat jenazah laki - laki
 
(Ushallii 'alaa haadzaal mayyati arba'a takbiiraatatin imaamaan/makmuumaan lillaahi ta'aalaa)

"Aku niat shalat atas mayat ini empat takbir karena Allah Taala"

2.  Sedangkan jika jenazahnya adalah perempuan maka lafaz niat nya sebagai berikut :


niat shalat jenazah wanita

(Ushallii 'alaa haadzihiil mayyatati arba'a takbiiraatin imaamaan/makmumaan lillahi ta'aalaa)

"Aku niat shalat atas mayat ini empat takbir karena Allah Ta'ala"

B. Setelah kita melafazkan niat maka Takbiratul Ihram seperti shalat fardhu biasanya yakni mengucapkan Allahu Akbar sambil meletakkan tangan kanan diatas tangan kiri yang berada diatas perut (Sedekap). Lalu kemudian membaca surat Al- Fatihah :


C.  Setelah kita melakukan Takbir pertama dan membaca surat Al - Fatihah maka dilanjutkan dengan takbir kedua yang kemudian membaca do'a sholat jenazah yaitu shalawat atas Nabi Muhammad SAW :



(Allaahumma shalli wasallim 'alaa sayyidinaa muhammad, wa'alaa aali sayyidinaa muhammad)

D.  Usai melakukan Takbir Kedua dan membaca shalawat nabi maka kita melakukan Takbir yang kedua dan membaca doa sholat jenazah seperti dibawah ini :

(Allaahummaagh firlahu waarhamhu wa'aafihi waa'fuanhu)

"Ya Allah Ampunilah dia, berilah rahmat dan sejahtera dan maafkanlah dia"

E.  Setelah takbir ketiga lanjut takbir keempat (takbir yang terakhir) yang kemudian membaca do'a sholat jenazah :

ALLAAHUMMA LAA TAHRIMNAA AJRAHU WALAA TAF - TINNAA BA'DAHU WAGHFIRLANAA WALAHU

"Ya Allah, janganlah kiranya pahalanya tidak sampai kepada kami, janganlah Engkau meluputkan kami akan pahalanya, dan janganlah Engkau memberi fitnah sepeninggalnya dan ampunilah kami dan dia."

F.  Usai melakukan takbir yang terakhir yaitu takbir keempat maka dilanjutkan dengan salam dan memalingkan muka ke kanan lalu kekiri sambil mengucapkan :

ASSALAAMU'ALAIKUM WARAHMATULLAAHI WABARAKAATUH


Selesai sudah pelaksanaan sholat jenazah, maka selanjutnya adalah membaca doa yang ada dibawah ini:


"Ya Allah jika mayat ini termasuk kedalam orang-orang yang baik, maka terimalah amal kebaikannya. Jika mayat ini termasuk kedalam orang yang jahat maka bebaskanlah dia sebab rahmat Engkau dan keridhaan Engkau dan jauhkalnah dia dari fitnah kubur dan siksanya."


"Dan luaskanlah kuburnya,renggangkanlah bumi dan kedua lambungnya dan pertemukanlah dia dengan sebab rahmat Engkau akan keselamatan dari siksa Engkau sehingga Engkau bangunkan dia dalam keadaan aman sampai kesurga Engkau berkat rahmat Engkau, wahai zat yang paling pengasih diantara para pengasih"

Itulah cara-cara pelaksanaan sholat jenazah yang bisa berguna dan bermanfaat untuk kita semua. Setelah usai melakukan sholat jenazah kewajiban kita kaum muslimin selanjutnya ialah menguburkan jenazah tersebut. Insya Allah saya akan membahasnya secara lengkap pada artikel selanjutnya. Akhir kata saya ucapkan Wassalamualaikum wr. wb.

Sumber Referensi : rukun-islam.com

Rahasia Besar dibalik Matematika Sedekah


Rahasia Besar dibalik Matematika Sedekah
Assalamualaikum wr. wb

Kalau kita telesuri besar sekali manfaat dari sedekah, sedekah itu dapat mendatangkan ampunan dari sang Kholik, mendapatkan rahmat yang melimpah, mendapatkan kasih sayang dari Allah, mendapatkan ridha-Nya dan masih banyak lagi faedah yang diberikan Allah bagi hamba-Nya yang gemar bersedekah.

Hidup kita susah pada dasarnya bukanlah karena tidak ada uang akan tetapi tidak adanya rasa syukur dan kurangnya bersedekah terlebih lagi terlalu banyak dosa yang telah kita lakukan selama ini. Dosa-dosa dan kesalahan yang kita perbuat menutup rahmat dan kasih sayang Allah kepada kita. Dosa-dosa yang kita buat menjadi perangkap lautan kesusahan yang pada dasarnya kita ciptakan sendiri. Masalah pun datang silih berganti seakan tiada hentinya.

Kemudian Allah menawarkan bantuan-Nya, kasih-sayang-Nya, ampunan-Nya. Lantas pada siapa Allah memberikan itu semua ???? tentunya pada orang-orang yang gemar bersedekah dan orang-orang yang gemar membantu saudara-saudaranya yang dalam kesusahan.

Pada zaman sekarang ini banyak yang mengeluh sebab hidup semakin susah, akan tetapi bila kita melihat kebawah banyak yang lebih susah dari kita. Pada mereka-mereka inilah Allah ingin kita memperhatikan mereka jika ingin Allah memperhatikan kita juga.

Disini saya sebagai penulis mencoba memberikan keutamaan, faedah dan manfaat sedekah yang Insya Allah teman-teman semua bisa ambil kebaikannya. Saya akan coba mendorong diri sendiri dan teman-teman semua agar lebih giat lagi bersedekahnya dengan mengemukakann fadilah dan keutamannya yang Insya Allah pembahasan ini akan sampai pada Ikhsan, Mahabbah, Ikhlas dan Ridha Allah. Apa yang telah tertulis semoga bisa menjadi motivasi untuk saling berbagi dan kemauan bersedekah.

Apa yang bisa kita lihat dari faedah bersedekah ini ???? yuk kita simak sama - sama skema matematikanya dibawah ini yang saya kutip dari Ustad Yusuf Mansyur :

Coba simak hitungan matematika dibawah ini dan apa yang dapat kita simpulkan ????

Matematika sedekah

10-1 = 19

Kenapa bisa jadi penambahan bukan pengurangan ???

Inilah metematikanya bersedekah, jika kita memberi sesuatu dengan ikhlas karena Allah SWT, bukan pengurangan yang kita dapatkan justru penambahan yang kita dapatkan. Dimana kita memberikan harta yang kita punya justru Allah akan mengembalikannya lagi dengan jumlah yang lebih banyak. Matematika sederhana ini dapat kita jumpai pada QS: 6:160 yang kurang lebih berbunyi seperti ini : "dimana Allah akan menjanjikan 10x lipat bagi mereka yang berbuat baik."

Semakin banyak kita bersedekah maka maka semakin banyak pula Allah akan memberikan gantinya. Jadi janganlah takut kalau sudah bersedekah akan menjadi miskin. Tinggal kita membuka mata hati dan yakinkan diri bahwa Allah akan membalas dengan balasan yang setimpal buat kita.

Sekarang mari kita jajal dengan sedekah 10 %

Saya akan memberikan contoh seorang karyawan yang memiliki gaji 1 juta tetapi dia memiliki pengeluaran sebesar 2 juta. Kalau dipikir dengan gaji 1 juta akankah ia bisa mencukupi pengeluarannya sebesar 2 juta ???? jika dengan hati ikhlas dan yakin Insya Allah, Allah akan memberikan rezeki yang tak terduga dengan keajaiban bersedekah. Mari kita hitung matematika sedekahnya :

1.000.000 - 100.000 = 900.000

Kita lihat hasil diatas dengan bersedekah 10 % atau sebesar 100.000, maka uangnya tinggal 900.000. Akan tetapi 900.000 itu bukanlah hasil akhirnya.

Disini Allah akan mengembalikan sedekah sebesar 100.000 sebanyak 10x lipat menjadi 1.000.000 sehingga ia akan mendapatkan rizki min haitsu laa yahtasib (Rezeki tak terduga) sebesar :

1.000.000 (10 % dari sedekahnya) + 900.000 (sisa uang) = 1.900.000

Dapat kita lihat hasil akhir diatas penghasilannya menjadi 1.900.000, sehingga ia dapat menutupi pengeluarannya sebesar 2 juta yang hanya butuh 100.000 tambahan lagi, yang barang kali Allah akan menggenapkannya. Begitulah kuasa Allah bagi hamba-hambanya yang gemar bersedekah. Selain bersedekah juga dibarengi dengan amalan-amalan seperti mengerjakan sholat berjamah,menambah amalan sholat sunnah, memiliki hubungan yang baik dengan teman, tetangga, keluarga terlebih kepada orang tua, perbanyak berbuat kebaikan dan jauhi perbuatan maksiat. Jika ini terus dilakukan maka Insya Allah akan dicukupkan oleh Allah segala hajat kita. Sebuah perubahan besar akan terjadi dengan keajaiban bersedekah atas izin Allah. Subhanallah.

Akhirnya janganlah lupa tegakkan sholat dan mintalah dengan berdoa kepada Allah terus menerus membukakan pintu ilmu, hikmah, taufik dan hidayah-Nya sehingga kita sampai pada derajat “mukhlishiina lahuddien”, derajat orang-orang yang mengikhlaskan diri kepada Allah.

Wassalamualaikum wr. wb.

Sumber referensi : http://wisnuhidhayatsedekah.blogspot.co.id

Tata Cara Mandi Wajib/Junub Menurut Syariat Islam



Assalamualaikum wr. wb

Terkadang banyak juga para sobat yang belum mengetahu bagaimana tata cara mandi junub/wajib. Untuk bertanya secara langsung terkadang ada yang merasa malu atau segan. Untuk mengatasi hal itu maka ada baiknya juga saya bagikan ke teman-teman blogger semua tata cara mandi junub/wajib yang sesuai dengan ajaran agama Islam.

Dalam Islam Mandi Junub/Wajib sangatlah penting karena menyangkut sah atau tidaknya amalan-amalan kita yang lain. Seperti Sholat, Puasa, Haji dan lain-lain.

Mandi atau Al Ghuslu dalam pengertiannya ialah mengalirkan air pada sesuatu. Sedangkan menurut syariat Islam Al ghuslu ialah menuangkan air ke seluruh anggota badan dengan menggunakan tata cara yang khusus. Imam Malik juga pernah mengatakan bahwa Al Ghuslu dapat diartikan untuk perbuatan mandi dan air yang digunakan dalam mandi. 

Sebelum saya membahas tata cara mandi junub/wajib ada baiknya saya jelaskan juga sebab-sebab kita diwajibkan untuk mandi junub/wajib yaitu : 

- Keluarnya Air Mani bersama syahwat

Menuru Ulama Syafiiah air mani dapat dibedakan atas Wadi dan Madzi berdasarkan ciri-ciri keluarnya air mani. Nah ada beberapa syarat ni cairan yang dapat dikatakan air mani yaitu :

a. Memiliki bau yang khas yang sama dengan bau adonan roti saat basah dan juga bau yang sama ketika telur dalam keadaan mengering.

b. Keluarnya akan memancar

c. Ketika air mani keluar maka akan terasa nikmat dan membuat sekujur tubuh menjadi lemas

Jika salah satu syarat diatas di rasakan maka dapatlah dikatakan bahwa itu cairan mani begitu juga dengan perempuan. Akan tetapi untuk perempuan bagi perempuan tidak disyaratkan memancar seperti laki-laki, hal ini dijelaskan oleh An Nawawi dalam Syarh Muslim dan juga diikuti oleh Ibnu Sholah.

- Bertemunya kedua kemaluan meski tidak mengeluarkan air mani

Hal ini dijelaskan oleh Aisyah RA dalam hadist yang berbunyi :

إِنَّ رَجُلاً سَأَلَ رَسُولَ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- عَنِ الرَّجُلِ يُجَامِعُ أَهْلَهُ ثُمَّ يُكْسِلُ هَلْ عَلَيْهِمَا الْغُسْلُ وَعَائِشَةُ جَالِسَةٌ. فَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- « إِنِّى لأَفْعَلُ ذَلِكَ أَنَا وَهَذِهِ ثُمَّ نَغْتَسِلُ

"Seorang laki-laki bertanya kepada Rasulullah SAW tentang seorang laki-laki yang menyetubuhi istrinya namun tidak sampai keluar air mani. Apakah keduanya wajib mandi ?? sedangkan Aisyah ketika itu sedang duduk disamping. Maka Rasulullah SAW bersabda : "Aku sendiri pernah bersetubuh dengan wanita ini (yang dimaksud adalah Aisyah, pen), namun tidak keluar mani, maka kami pun mandi." (HR. Muslim).

- Ketika saat berhentinya darah pada saat Nifas dan Haid

Pada sebuah hadist Aisyah RA berkata pada Fatimah bin Abi Hubaisy :

فَإِذَا أَقْبَلَتِ الْحَيْضَةُ فَدَعِى الصَّلاَةَ وَإِذَا أَدْبَرَتْ فَاغْسِلِى عَنْكِ الدَّمَ وَصَلِّى

"Apabila kamu datang haid hendaklah kamu meninggalkan sholat. Apabila darah haid berhenti maka hendaklah kamu mandi dan mendirikan sholat. (HR. Bukhari dan Muslim).

Menurut Ijma' atau kesepakatan para ulama bahwa hukum nifas sama dengan haid. Asy Syaukani Rahikumululah mengatakan "mengenai wajibnya mandi sebab berhentinya darah haid tidak ada perselisihan anatara para ulama.

- Ketika orang kafir masuk islam

Ini berdasarkan hadist dari Qois bin 'Ashim RA yang berbunyi :

أَنَّهُ أَسْلَمَ فَأَمَرَهُ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَنْ يَغْتَسِلَ بِمَاءٍ وَسِدْرٍ

"Beliau masuk Islam, lantas Nabi Muhammad SAW memerintahkannya untuk mandi dengan air dan daun sidr (daun bidara)." (HR. An Nasai, At Tirmidzi, Ahmad). Syekh Al Albani mengatakan bahwa hadisy ini adalah sahih. 

Tata Cata, Niat dan Doa Mandi Junub/Wajib* Niat

1. Jika kita junub disebabkan oleh mimpi basah, keluar mani dan senggama maka diwajibkan bagi kita untuk mandi. Adapun bacaan niatnya yaitu : 

BISMILLAHIRAHMANIRRAHIM, NAWAITUL GHUSLA LIRAF'IL HADATSIL AKBAR
MINAL JANABATI FARDLAN LILLAHI TA'ALA

"Dengan menyebut nama Allah aku niat mandi untuk menghilangkan hadast besar dari jinabah fardlu karena Allah Ta'ala.

2. Jika mandinya disebabkan oleh haid maka bacaan niat mandi wajib ialah :

BISMILLAHIRAHMANIRRAHIM, NAWAITUL GHUSLA LIRAF'IL HADATSIL AKBAR
MINAL HAIDI FARDLAN LILLAHI TA'ALA

"Dengan menyebut nama Allah aku niat mandi untuk menghilangkan hadast besar dari haid fardlu karena Allah Ta'ala."

3. Jika mandinya disebabkan oleh nifas maka niat nya pun seperti ini : 

BISMILLAHIRAHMANIRRAHIM, NAWAITUL GHUSLA LIRAF'IL HADATSIL AKBAR
MINAN NIFASI FARDLAN LILLAHI TA'ALA

"Dengan menyebut nama Allah aku niat mandi untuk menghilangkan hadas besar dari nifas fardlu karena Allah Ta'ala."

* Tata Cara

Adapun tata cara dari mandi junub/wajib tersebut akan saya uraikan dibawah ini :

1. Mandi Junub/Wajib haruslah diawali terlebih dahulu dengan Niat. Yaitu niat untuk menghilangkan hadast besar yang semata-mata karena Allah Ta'ala sebagai upaya untuk mensyukuri segala nikmat yang telah diberikan, mentaati-Nya dan sekaligus juga beribadah hanya kepada-Nya. 

2. Mengalirkan air keseluruh tubuh. Didalam mandi Junub/Wajib haruslah dipastikan apakah air sudah mengenai seluruh tubuh. Maka disarankan pada saat menyiram air gunakan lah jari jemari tangan untuk menyampaikan air keseluruh tubuh yang tersembunyi sekalipun. 

3. Membasuh kedua telapak tangan hingga ke pergelangan tangan masing-masing dilakukan sebanyak tiga kali. Cara membasuhnya dengan cara mengguyurkan air ke kedua telapak tangan dengan menggunakan gayung. 

4. Kemudian dengan mengambil air pada telapak tangan yang digunakan untuk membasuh kemaluan, disini pergunakanlah telapak tangan kiri untuk membersihkan kemaluan hingga bersih. 

5. Pada telapak tangan kiri tersebut, gosokkanlah pada tembok sebanyak 3 kali kemudian cuci dengan air sampai bersih.

6. Setelah itu lakukan wudhu sebagaimana kita melakukan wudhu untuk sholat. 

7. Mengguyurkan air ke bagian tubuh sebelah kanan kemudian bersihkan dari bagian atas sampai bagian bawah tubuh, lakukan hal sama pada bagian tubuh sebelah kiri secara berturut-turut sambil menyilangkan air dengan menggunakan jari tangan pada sela-sela rambut kepala, jenggot, kumis sehingga air dapat mengalir kesela-sela rambut tersebut.

8. Jika kita sudah merasa yakin bahwa air sudah mengalir ke seluruh tubuh maka mandi diakhiri dengan membasuh kedua telapak tangan hingga ke mata kaki. 

9. Disunnahkan untuk tidak mengeringkan tubuh dengan memakai handuk atau kain lainnya.

10. Disunnahkan untuk melakukan mandi Junub/Wajib ini dengan tertib seperti yang dicontohkan baginda Nabi Besar Muhammad SAW. 

Mungkin sekian dulu tata cara mandi junub/wajib ini saya tulis, mungkin masih banyak terdapat kekurangan dalam tulisan saya ini, mohon kepada sobat semua untuk memberikan saran atau pun kritiknya jika didalam tulisan ini terdapat kesalahan atau pun kekurangan melalui kotak komentar, karena saya juga manusia yang banyak terdapat kesalahan dan khilaf. Akhir kata saya ucapkan Wassalamualaikum wr.wb.

Sumber referensi : bacaandoa.com

Keajaiban Sholat Tahajud



Assalamualaikum wr. wb

Sholat Tahajjud ternyata tak hanya membuat seseorang yang melakukannya mendapatkan tempat (maqam) terpuji di sisi Allah (Qs Al-Isra:79), tapi juga sangat penting bagi dunia kedokteran. Menurut hasil penelitian Mohammad Sholeh, dosen IAIN Surabaya, salah satu shalat sunah itu bisa membebaskan seseorang dari serangan infeksi dan penyakit kanker.

Mitos Larangan Keluar Rumah Saat Magrib Ternyata Bisa Dijelaskan Secara Ilmiah



Assalamualaikum wr. wb

Maghrib merupakan waktu Shalat  tiga rakaat yang dilakukan ketika bumi berpindah waktu dari siang menjadi malam hari. Saat Maghrib tiba, orang tua biasanya menyuruh anaknya untuk masuk ke dalam rumah dan menghentikan aktivitas di luar rumah. Mereka percaya bahwa saat Maghrib tiba, akan banyak setan dan jin yang berkeliaran. Setelah Magrib, mereka kembali membiarkan anak-anaknya untuk bermain di luar rumah. 

Al-Qur'an Obat Segala Kesusahan



Assalamualaikum wr. wb.

Fase kehidupan tidak melulu bercerita tentang kelancaran dan kelapangan hidup. Allah SWT sudah mempersiapkan batuan terjal berupa ujian sebagai bentuk kenaikan kelas untuk hamba-Nya.

Tidak sedikit diantara kita yang mampu melakoni setiap babak ujian yang disiapkan Allah. Namun, yang akhirnya menyerah kalah tidak berdaya juga terbilang banyak. Pada kondisi inilah manusia merasa berada pada titik terendah dalam hidupnya.

Awasss !!!! Janganlah Bergembira Diatas Penderitaan Orang Lain



Assalamualaikum wr. wb.

Diantara kita pasti pernah mendengar kalimat ‘bahagia melihat orang susah dan susah melihat orang senang’. Terkadang ungkapan ini hanya menjadi gurauan untuk menghadirkan tawa. Sehingga hanya dianggap angin lalu saja.

Tapi tidak dipungkiri, bahwa hal ini sering kali terjadi. Manusia mungkin dengan mudah merasa iba dan empatik terhadap penderitaan orang lain, namun tidak sedikit orang yang susah sekali merasa senang ketika orang lain mendapatkan kebahagiaan.

Sifat ini dalam kehidupan sehari-hari disebut dengan iri hati. Orang dengan sifat tersebut akan bergembira jika orang lain mendapat penderitaan. Sebaiknya mulailah belajar untuk menghalaunya. Mengingat, Allah SWT akan menyiapkan balasan yang tidak kalah hebatnya. Seperti apa balasannya?

Dalam kehidupan sosial bermasyarakat, sudah lumrah rasanya jika melihat seseorang yang susah jika melihat orang bahagia. Misalnya ketika tetangga membeli mobil baru, maka Ia menderita hingga demam karena memikirkannya. Atau hal lain yang membahagiakan bagi orang lain, maka tetap saja akan dicari-cari celah untuk menunjukan kesalahannya.

Namun ketika seseorang mendapat ujian dan musibah, Ia seolah bersorak tepuk tangan karena begitu bahagianya. Meski diluar menunjukan bela sungkawa, namun dalam hatinya justru bersyukur tidak terkira. Mulai sekarang, belajar lah untuk berubah. Karena selain menimbulkan penyakit di dalam jiwa, kebahagiaan diatas penderitaan orang lain juga akan menimbulkan bencana.

Watsilah bin Al-Aqsa’ ra mengatakan Nabi Muhammad SAW bersabda” Apabila engkau bergembira melihat kesusahan yang menimpa saudaramu, maka Allah SWT akan mengasihi saudaramu dan akan memberikan cobaan kepadamu” (HR. Muslim).

Nah kan, ada akibat luar biasa jika berbahagia di atas penderitaan orang lain. Orang yang bersedih tersebut akan semakin dikasihi Sang Maha Pencipta, sementara mereka yang saat itu bahagia melihat penderitaannya justru akan mendapat cobaan serupa atau bahkan lebih pedih dari padanya.

Itulah mengapa Rasulullah SAW memerintahkan umatnya untuk membahagiakan orang lain. Karena selain membuat orang tertawa dan bahagia, Allah SWT juga akan membalas kita dengan kebahagiaan.

Abdullah bin Amr bin Ash ra. Mengabarkan, Nabi Muhammad SAW bersabda, “Barangsiapa yang ingin dijauhkan dari neraka dan dimasukkan ke dalam surga, hendaklah mengusahakan apa yang benar-benar dicita-citakannya, dimana Ia harus beriman kepada Allah dan Hari Akhir. Juga menggembirakan hati orang lain, sebagaimana Ia sendiri gembira apabila dibuat seperti itu” (HR. Muslim). Wassalamualaikum wr. wb.

Sumber gambar dan tulisan:www.infoyunik.com

Inilah Kitab Yang Diterima Manusia Ketika Menjalani Pengadilan Akhirat



Assalamualaikum wr. wb

Kiamat merupakan salah satu rukun Iman yang dipegang teguh oleh Umat Islam. Setelah peristiwa kehancuran alam semesta ini terjadi, bukan berarti kehidupan selesai begitu saja. Justru kehidupan yang kekal baru akan dimulai.

Ada rentetan prosesi yang akan dilalui manusia sebelum menuju surga atau neraka. Pertama manusia dari berbagai zaman akan dibangkitkan di Padang Mahsyar. Kemudian, manusia menjalani prosesi untuk pengadilan paling agung di alam semesta yakni Yaumul Hisab.

Dahsyatnya Panas Api Neraka



Assalamualaikum wr. wb.

Keberadaan Neraka memang belum tampak, namun umat Islam meyakini jika tempat ini sudah dipersiapkan Allah SWT sebagai hunian bagi hamba-Nya yang dzolim, ingkar dan tamak. Neraka nantinya dipenuhi dengan siksa, serta panas api yang menyala-nyala.

Berdasarkan riwayat hadist, panas api disana mencapai 70 kali dari panasnya api di dunia. Tentu uapnya saja akan mampu membakar tubuh-tubuh manusia yang berdosa di dalamnya. Tahu kah anda jika ternyata api di neraka pernah di bawa Malaikat Jibril ke dunia.

Inilah Dosa Yang 1000 X Lebih Besar Dari Berzina



Assalamualaikum wr. wb

Perilaku zina merupakan salah satu perbuatan dosa besar yang sangat dibenci Allah. Begitu banyak ayat dalam Alquran menjelaskan tentang hukuman yang akan diterima para pelakunya  baik saat di dunia maupun ketika di akhirat.

Jika dilakukan oleh orang yang belum menikah, maka pelaku zina harus dirajam di hadapan penduduk sebanyak seratus kali. Sementara bagi yang sudah menikah namun melakukan zina dengan yang bukan muhrimnya, maka hukumannya dirajam sampai mati. 

Dua Dosa Yang Tetap Mengalir Meski Sudah Meninggal Dunia



Assalamualaikum wr. wb.

Sebagian manusia bisa dengan mudah melakukan perbuatan dosa dalam kehidupan sehari-hari. Karena seringnya dilakukan, tindakan tersebut terkadang dianggap biasa sehingga tidak terasa seperti dosa. Padahal dosa bukanlah perkara main-main.

Balasannya mutlak neraka yang sudah disiapkan Allah SWT bagi hamba-Nya yang ingkar. Ternyata, setelah meninggal tanggungjawab terhadap dosa maksiat yang pernah dilakukan tidak terputus begitu saja.