Cara Mendidik Anak Agar Menjadi Sholeh dan Sholehah

Cara Mendidik Anak Agar Menjadi Sholeh dan Sholehah
Assalamualaikum wr. wb

Anak adalah anugerah terindah bagi kedua orang tua, kelak ialah yang akan mendoakan kedua ornag tuanya ketika telah tiada yang merupakan amalan yang tidak terputus. Anaklah titipan ilahi yang harus dijaga agar menjadi anak yang sholeh dan sholehah yang berguna bagi nusa, bangsa dan agamanya. Lantas bagaimana cara kita mencetak generasi yang sholeh dan sholehah yang sesuai dengan tuntutan baginda kita nabi Muhammad SAW ???? semua kembali lagi kepada kedua orang tua, bagaiamana ia mendidiknya karena buah jatuh tidak jauh dari pohonnya.


Pastilah semua orang tua menginginkan putra-putrinya menjadi anak yang sholeh dan sholehah agar bisa membanggakan orang tuanya. Peran orang tua dalam mendidik anak agar berkarakter ilsami sangatlah besar. Kita selaku orang tua haruslah menjadi contoh, panutan dan teladan bagi anak-anak kita. Bagaimana cara kita selaku orang tua untuk mendidik anak agar berguna bagi nusa, bangsa dan agama ???? berikut ini akan saya uraikan beberapa cara mendidik anak menurut ajaran islam :

1.  Mengenalkan anak tentang akidah dan ketauhidan sejak usia dini

Ini adalah suatu hal yang sangat penting menurut saya. Mungkin dengan mengenalkan Allah pada usia dini, anak - anak belum tahu siapa itu Allah. Akan tetapi lama-kelamaan hingga mereka dewasa mereka akan menjadi paham bahwa Allah itu adalah tuhan kita semua dan tuhan seluruh alam. Ajarkan pada anak terus menerus bahwa semua yang ada adalah milik Allah yang Esa sehingga kita wajib taat dan beribadah hanya kepada-Nya. La Haula Wala Quata Illa Billah. Tidak ada daya dan upaya melainkan milik Allah.

2.  Ajak anak untuk ikut sholat bersama di Mesjid

Ajaklah anak untuk mengikuti keseharian kita seperti berwudhu, sholat di mesjid. Dengan begitu lama-kelamaan anak akan terbiasa dengan hal tersebut dan mereka akan mengetahui bahwa ini adalah suatu kewajiban yang tidak bisa ditinggalkan seperti layaknya makan dan minum yang sudah menjadi suatu kebutuhan.

3.  Biasakan anak untuk selalu membawa perlengkapan sholat

Jika kita akan melakukan suatu bepergian, jangan hanya sibuk untuk membawa makanan atau pakaian saja. Akan tetapi ingatkan juga kepada anak untuk membawa mukenah untuk anak perempuan atau kopiyah untuk anak laki-laki serta sajadah kecil untuk perlengkapan sholat sehingga mereka akan terbiasa sampai dewasa. 

4.  Ajarkan nilai-nilai Islam secara rutin

Semua keluarga muslim wajib memberikan ajaran-ajaran Islam kepada setiap anaknya, bukan hanya seorang ulama atau kyai saja yang memberikan tausiah. Kepala rumah tangga adalah imam dalam keluarganya yang kelak akan dimintai pertanggungjawabannya di akhirat. Mengajarkan nilai-nilai islam kepada anak tidak hanya sesekali saja tetapi ajarkanlah secara rutin dan terus menerus. 

5.  Berikan anak lingkungan yang agamis

Dengan kemajuan teknologi zaman sekarang banyak anak-anak yang terjebak kedalam lingkungan dan pergaulan yang menyimpang dari agama Islam. Kewajiban orang tua untuk menjaga amanah Allah berupa anak yang dititipkan kepadanya. Ajaklah anak untuk mengikuti sebuah pengajian atau masukkan ia ke dalam TPA atau sebuah pesantren agar ia mendapatkan lingkungan yang memiliki nilai moral-moral Islam.

6.  Perkenalkan batasan-batasan aurat anak

Perkenalkan batasan aurat anak sejak usia dini agar ia mengetahui bahwa pakaian yang dipakai diatas lutut itu dilarang dalam Islam dan menutup rambut adalah kewajiban bagi seorang wanita muslimah. Dengan begitu ketika ia sudah menginjak usia baligh ia sudah mengerti untuk menutup auratnya dengan baik.

7.  Jangan biarkan anak sembarangan menonton acara televisi

Seperti kita ketahui acara-acara televisi sekarang ini banyak yang tidak mengandung nilai-nilai islami. Suguhkanlah acara-acara yang bernilai islami kepada anak. Jika terdengar suara azan maka segera matikanlah televisi dan ajaklah mereka untuk sholat berjamaah di mesjid. 

8.  Jadilah sahabat yang baik untuk anak

Mendidik anak secara keras tidak diajarkan dalam islam, didiklah anak dengan penuh kelembutan. Jadilah sahabat yang baik yang saling terbuka satu sama lain sehingga ia tidak menjauh dari kita orangtuanya ketika ia mendapat masalah. Peluk dan rangkul ia ketika masalah menghadapinya sehingga ia dapat merasakan bahwa orangtuanya sangat sayang dan peduli kepadanya.

9.  Berikan keteladanan pada anak

Jangan hanya menyuruh anak untuk sholat tetapi kita orang tua sibuk main gadget. Menyuruh anak untuk pergi mengaji sedangkan ibunya pergi ngerumpi tempat tetangga sebelah. Bagaimana anak mau menurut, yang ada anak justru membangkang. Jadilah kita sebagai contoh dan teladan yang baik kepada anak. Kita tegakkan sholat sambil mengajak anak tentunya untuk ikut sholat barulah dikatakan cara yang benar. 

10.  Ciptakan suasana rumah yang nyaman dan keluarga yang harmonis

Jika kita orang tua sedang ada masalah dengan suami atau istri janganlah sesekali diperlihatkan didepan anak-anak, hal ini akan mempengaruhi psikologi anak. Ciptakan suasana nyaman dirumah sehingga anak-anak merasa betah tinggal didalamnya. Karena perlakuan orang tua akan dicontoh oleh anak.

11.  Hindari kekerasan pada anak

Dalam mendidik anak kita memang harus tegas tetapi bukan berarti secara keras. Jangan sesekali menggunakan tangan jika mereka melakukan suatu kesalahan. Menurut saya cukup dengan kata-kata yang lembut yang akan membuat anak mengerti akan kesalahannya. Sekali lagi saya katakan tolong hindari kekerasan terhadap anak.

12.  Menanamkan Akhlakul Karimah sejak usia dini

Tanamkan pada anak-anak adab-adab yang diajarkan dalam Islam, seperti berbicara yang sopan, jujur, hormat kepada orang tua dan guru. Dengan kebiasaan yang diajarkan sejak dini Insya Allah akan berpengaruh sampai ia dewasa kelak. 

13.  Ajari anak untuk berhemat

Ajari anak untuk berhemat yang akan berguna untuk masa depannya kelak. Pergunakan uang untuk kebutuhan seperlunya dan selebihnya bisa ia tabungkan.

14.  Membatasi pergaulan anak

Dalam islam ada batasan-batasan dalam pergaulan terutama batasan bagi laki-laki dan perempuan yang harus dijaga. Jika sejak kecil anak dibiasakan menjaga jarak dan batasan pada lawan jenisnya Insya Allah kelak dewasa ia akan mampu menjaga diri dari pergaulan-pergaulan bebas karena ia sudah memiliki pondasi agama yang kuat.

15.  Mendampingi segala aktifitas anak

Ketika anak masih kecil, dampingi ia untuk beraktifitas, jangan dibebaskan ia diluar sana karena ia belum tahu mana yang baik dan mana yang tidak baik. Sangat penting sekali untuk mengawasi anak sejak usia dini dalam segala aktivitasnya. 

Kiranya segini aja yang bisa saya tuliskan kepada sobat semua, semoga ini bermanfaat untuk kita semua dalam mendidik anak agar menjadi anak yang sholeh dan sholehah. Karena kita sebagai orang tua wajib mengarahkan anak pada ajaran-ajaran yang telah ditetapkan dalam Islam. Wassalamualaikum wr. wb.

Sumber referensi : www.catatanmuslimah.com


Postingan terkait:

14 Tanggapan untuk "Cara Mendidik Anak Agar Menjadi Sholeh dan Sholehah"

  1. InsyaAllah mudah2an kita semuanya bs d amanahkan u, investasi akhirat..

    ReplyDelete
  2. Makasih tipsnya..
    Aku juga prngen anakku sholeh-sholeha..tapi kadang kok mereka susah dibilangin. Halus sudah..ttp tidak bergeming...otomatis oktafnya naik☺☺

    ReplyDelete
    Replies
    1. emang butuh kesabaran dlm mendidik anak mbak Sulis :)

      Delete
  3. InsyaAllah yang sudah kita perjuangkan didunia mampu menumbuhkan kecintaan anak kita kepada sang pencipta... dan padtinya menjadi anak yang soleh dan soleha

    ReplyDelete
  4. Yang paling penting itu anak diajarkan budi pekerti. Karena banyak anak sekarang yang suka songong sama orang yang lebih tua gara-gara orang tuanya sibuk kerja sampe lupa kasih pelajaran budi pekerti.

    ReplyDelete
    Replies
    1. betul sekali Mas Riza, berikan waktu luang untuk lebih dkt anak-anak dan mengajarkan akhlak yg baik

      Delete
  5. mas yang suka bikin saya bingung adalah saat membawa anak pergi sholat berjamaah kemesjid. anak itu waktu kita solat suka main - main. mending kalo tidak berisik ini kadang nangis teriak lari - lari.
    ini gimana mas menanganinya

    ReplyDelete
    Replies
    1. memang dianjurkan mengajak anak ke mesjid, akan tetapi jika si anak ketika sholat malah suka bermain2 sebaiknya jgn dulu di bawa ke mesjid. saran saya ajaklah anak untuk sholat berjamaah di rumah dulu, katakan pada anak untuk jgn ribut pada waktu sholat. Jika anak sdh tidak lari-larian lagi barulah kita ajak si anak ubtuk sholat di mesjid

      Delete
  6. sharing yang bagus nih mas... emang perlu banget sekarang lebih perhatiin anak terutama akhlakul karimah sejak dini, sebagai ortu haru belajar dulu sih ya...

    ReplyDelete
    Replies
    1. ia mbak Mirna... karena zaman sekarang banyak kita lihat anak-anak yg salah dalam pergaulannya ...

      Delete
  7. Memang jadi orang tua harus bisa mengajarkan banyak hal, dunia dan akhirat. Semoga bisa menjalankan amanah ini. Aamiin. Satu PR besar, anak laki-laki saya nggak mau kalau disuruh sholat di mesjid dekat rumah. Trauma karena dulu waktu sholat bareng anak-anak, dia didorong sampai jatuh. Pas ruku' sarungnya ditarik. Tapi kalau sholat di mesjid lain mau sih. Cuma jauh. Padahal saya pengennya subuh dan magrib sholat di mesjid.

    ReplyDelete
    Replies
    1. semakin jauh , pahala yg didapat kan semakin besar mbak Waya :)

      Delete

Terimakasih telah berkunjung di Blog Bunda Mala.... Komentar tidak dimoderasi... Mohon tidak memasukkan link hidup ...