Tata Cara Mandi Wajib/Junub Menurut Syariat Islam



Assalamualaikum wr. wb

Terkadang banyak juga para sobat yang belum mengetahu bagaimana tata cara mandi junub/wajib. Untuk bertanya secara langsung terkadang ada yang merasa malu atau segan. Untuk mengatasi hal itu maka ada baiknya juga saya bagikan ke teman-teman blogger semua tata cara mandi junub/wajib yang sesuai dengan ajaran agama Islam.

Dalam Islam Mandi Junub/Wajib sangatlah penting karena menyangkut sah atau tidaknya amalan-amalan kita yang lain. Seperti Sholat, Puasa, Haji dan lain-lain.

Mandi atau Al Ghuslu dalam pengertiannya ialah mengalirkan air pada sesuatu. Sedangkan menurut syariat Islam Al ghuslu ialah menuangkan air ke seluruh anggota badan dengan menggunakan tata cara yang khusus. Imam Malik juga pernah mengatakan bahwa Al Ghuslu dapat diartikan untuk perbuatan mandi dan air yang digunakan dalam mandi. 

Sebelum saya membahas tata cara mandi junub/wajib ada baiknya saya jelaskan juga sebab-sebab kita diwajibkan untuk mandi junub/wajib yaitu : 

- Keluarnya Air Mani bersama syahwat

Menuru Ulama Syafiiah air mani dapat dibedakan atas Wadi dan Madzi berdasarkan ciri-ciri keluarnya air mani. Nah ada beberapa syarat ni cairan yang dapat dikatakan air mani yaitu :

a. Memiliki bau yang khas yang sama dengan bau adonan roti saat basah dan juga bau yang sama ketika telur dalam keadaan mengering.

b. Keluarnya akan memancar

c. Ketika air mani keluar maka akan terasa nikmat dan membuat sekujur tubuh menjadi lemas

Jika salah satu syarat diatas di rasakan maka dapatlah dikatakan bahwa itu cairan mani begitu juga dengan perempuan. Akan tetapi untuk perempuan bagi perempuan tidak disyaratkan memancar seperti laki-laki, hal ini dijelaskan oleh An Nawawi dalam Syarh Muslim dan juga diikuti oleh Ibnu Sholah.

- Bertemunya kedua kemaluan meski tidak mengeluarkan air mani

Hal ini dijelaskan oleh Aisyah RA dalam hadist yang berbunyi :

إِنَّ رَجُلاً سَأَلَ رَسُولَ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- عَنِ الرَّجُلِ يُجَامِعُ أَهْلَهُ ثُمَّ يُكْسِلُ هَلْ عَلَيْهِمَا الْغُسْلُ وَعَائِشَةُ جَالِسَةٌ. فَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- « إِنِّى لأَفْعَلُ ذَلِكَ أَنَا وَهَذِهِ ثُمَّ نَغْتَسِلُ

"Seorang laki-laki bertanya kepada Rasulullah SAW tentang seorang laki-laki yang menyetubuhi istrinya namun tidak sampai keluar air mani. Apakah keduanya wajib mandi ?? sedangkan Aisyah ketika itu sedang duduk disamping. Maka Rasulullah SAW bersabda : "Aku sendiri pernah bersetubuh dengan wanita ini (yang dimaksud adalah Aisyah, pen), namun tidak keluar mani, maka kami pun mandi." (HR. Muslim).

- Ketika saat berhentinya darah pada saat Nifas dan Haid

Pada sebuah hadist Aisyah RA berkata pada Fatimah bin Abi Hubaisy :

فَإِذَا أَقْبَلَتِ الْحَيْضَةُ فَدَعِى الصَّلاَةَ وَإِذَا أَدْبَرَتْ فَاغْسِلِى عَنْكِ الدَّمَ وَصَلِّى

"Apabila kamu datang haid hendaklah kamu meninggalkan sholat. Apabila darah haid berhenti maka hendaklah kamu mandi dan mendirikan sholat. (HR. Bukhari dan Muslim).

Menurut Ijma' atau kesepakatan para ulama bahwa hukum nifas sama dengan haid. Asy Syaukani Rahikumululah mengatakan "mengenai wajibnya mandi sebab berhentinya darah haid tidak ada perselisihan anatara para ulama.

- Ketika orang kafir masuk islam

Ini berdasarkan hadist dari Qois bin 'Ashim RA yang berbunyi :

أَنَّهُ أَسْلَمَ فَأَمَرَهُ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَنْ يَغْتَسِلَ بِمَاءٍ وَسِدْرٍ

"Beliau masuk Islam, lantas Nabi Muhammad SAW memerintahkannya untuk mandi dengan air dan daun sidr (daun bidara)." (HR. An Nasai, At Tirmidzi, Ahmad). Syekh Al Albani mengatakan bahwa hadisy ini adalah sahih. 

Tata Cata, Niat dan Doa Mandi Junub/Wajib* Niat

1. Jika kita junub disebabkan oleh mimpi basah, keluar mani dan senggama maka diwajibkan bagi kita untuk mandi. Adapun bacaan niatnya yaitu : 

BISMILLAHIRAHMANIRRAHIM, NAWAITUL GHUSLA LIRAF'IL HADATSIL AKBAR
MINAL JANABATI FARDLAN LILLAHI TA'ALA

"Dengan menyebut nama Allah aku niat mandi untuk menghilangkan hadast besar dari jinabah fardlu karena Allah Ta'ala.

2. Jika mandinya disebabkan oleh haid maka bacaan niat mandi wajib ialah :

BISMILLAHIRAHMANIRRAHIM, NAWAITUL GHUSLA LIRAF'IL HADATSIL AKBAR
MINAL HAIDI FARDLAN LILLAHI TA'ALA

"Dengan menyebut nama Allah aku niat mandi untuk menghilangkan hadast besar dari haid fardlu karena Allah Ta'ala."

3. Jika mandinya disebabkan oleh nifas maka niat nya pun seperti ini : 

BISMILLAHIRAHMANIRRAHIM, NAWAITUL GHUSLA LIRAF'IL HADATSIL AKBAR
MINAN NIFASI FARDLAN LILLAHI TA'ALA

"Dengan menyebut nama Allah aku niat mandi untuk menghilangkan hadas besar dari nifas fardlu karena Allah Ta'ala."

* Tata Cara

Adapun tata cara dari mandi junub/wajib tersebut akan saya uraikan dibawah ini :

1. Mandi Junub/Wajib haruslah diawali terlebih dahulu dengan Niat. Yaitu niat untuk menghilangkan hadast besar yang semata-mata karena Allah Ta'ala sebagai upaya untuk mensyukuri segala nikmat yang telah diberikan, mentaati-Nya dan sekaligus juga beribadah hanya kepada-Nya. 

2. Mengalirkan air keseluruh tubuh. Didalam mandi Junub/Wajib haruslah dipastikan apakah air sudah mengenai seluruh tubuh. Maka disarankan pada saat menyiram air gunakan lah jari jemari tangan untuk menyampaikan air keseluruh tubuh yang tersembunyi sekalipun. 

3. Membasuh kedua telapak tangan hingga ke pergelangan tangan masing-masing dilakukan sebanyak tiga kali. Cara membasuhnya dengan cara mengguyurkan air ke kedua telapak tangan dengan menggunakan gayung. 

4. Kemudian dengan mengambil air pada telapak tangan yang digunakan untuk membasuh kemaluan, disini pergunakanlah telapak tangan kiri untuk membersihkan kemaluan hingga bersih. 

5. Pada telapak tangan kiri tersebut, gosokkanlah pada tembok sebanyak 3 kali kemudian cuci dengan air sampai bersih.

6. Setelah itu lakukan wudhu sebagaimana kita melakukan wudhu untuk sholat. 

7. Mengguyurkan air ke bagian tubuh sebelah kanan kemudian bersihkan dari bagian atas sampai bagian bawah tubuh, lakukan hal sama pada bagian tubuh sebelah kiri secara berturut-turut sambil menyilangkan air dengan menggunakan jari tangan pada sela-sela rambut kepala, jenggot, kumis sehingga air dapat mengalir kesela-sela rambut tersebut.

8. Jika kita sudah merasa yakin bahwa air sudah mengalir ke seluruh tubuh maka mandi diakhiri dengan membasuh kedua telapak tangan hingga ke mata kaki. 

9. Disunnahkan untuk tidak mengeringkan tubuh dengan memakai handuk atau kain lainnya.

10. Disunnahkan untuk melakukan mandi Junub/Wajib ini dengan tertib seperti yang dicontohkan baginda Nabi Besar Muhammad SAW. 

Mungkin sekian dulu tata cara mandi junub/wajib ini saya tulis, mungkin masih banyak terdapat kekurangan dalam tulisan saya ini, mohon kepada sobat semua untuk memberikan saran atau pun kritiknya jika didalam tulisan ini terdapat kesalahan atau pun kekurangan melalui kotak komentar, karena saya juga manusia yang banyak terdapat kesalahan dan khilaf. Akhir kata saya ucapkan Wassalamualaikum wr.wb.

Sumber referensi : bacaandoa.com

12 komentar

Terima kasih sharingnya mas.

Menarik ... saya jadi banyak tau :)

Alhamdulillah.... terima kasih infonya :)

sama-sama mbak .. terimakasih juga tlh berkunjung

Ilmu baru untuk saya, terima kasih banyak mas *bookmarked* :)

monggo silahkan di bookmark mbak Dwi .... :)

Sangat bermanfaat sekali nih. Terimakasih, mas.

Sama-sama Mas Achmad, terimakasih juga sdh berkunjung

Terimaksih infonya menambah ilmu buat aku yg kurang tau